Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

   Teknologi selalu berkembang pesat untuk memudahkan kehidupan manusia. Namun pada zaman ini teknologi dibuat bukan hanya untuk memudahkan manusia saja, melainkan juga untuk memuaskan rasa keingintahuan dan gengsi manusia. Sebagai contoh, lihat saja fenomena "meledak"-nya penggunaan smarphone di berbagai belahan dunia. 
   Telepon (seluler) kini bukan hanya untuk sekadar menelepon dan mengirim-menerima pesan saja, tetapi sudah menjadi "pujaan hati" bagi seluruh umat manusia. Smartphone layar sentuh yang sudah bisa video call saat ini sudah menjelang usang. Tidak percaya? Lihat saja apa yang dilakukan Polytron, produsen elektronik asal Taiwan yang menggebrak dengan membuat prototype ponsel yang benar-benar transparan alias tembus pandang. Patut dicatat disini, yang dimaksud transparan bukan hanya casingnya, melainkan mesinnya juga!.



Ini bukan mainan, dan ini benar-benar nyata Kita selama ini hanya bisa melihat ponsel transparan hanya di film fiksi ilmiah, namun lihat saja foto diatas, Polytron berhasil membuat prototype (purwarupa) ponsel yang seluruhnya benar-benar bening.
                             

Seorang model memamerkan purwarupa ponsel transparan Polytron Walau mengakui bahwa purwarupa ponsel ini masih jauh untuk direalisasikan dalam produksi massal, namun ponsel transparan ini tak pelak menjadi pintu bagi era baru dunia telekomunikasi dan informasi dan serta merta menyentak para vendor ponsel terkemuka.

                                   
Semua bagian ponsel ini sepenuhnya transparan kecuali beberapa aksesoris yang bukan buatan Polytron.

                              
 Selain transparan, dimensinya pun tipis dan ramping. Sangat prospektif...

                              

   Material bahannya benar-benar futuristik dan bukan impian Ponsel ini trbuat dari kaca yang benar-benar sepenuhnya tembus pandang dan bisa berfungsi. Polytron banyak mendapat pujian, namun banyak yang bertanya-tanya pula: "bagaimana kualitas dan penampilan gambar serta teks di layar ponsel transparan ini?".

                            

   Polytron juga memperkenalkan USB flashdisk transparan Benar-benar layak ditunggu kehadirannya. Apakah kira-kira bisa menggoyang dominasi Android dan Apple?

Selasa, 11 Februari 2014


   Banyak orang yang jatuh cinta sama TONGSIS alias Tongkat Narsis. Tongsis membuat jeprat-jepret foto narsis tak hanya lebih mudah namun hasilnya boleh dikata lebih sempurna dan hebatnya bisa dilakukan sendiri tanpa meminta difotoin sama orang lain di sekitar kita. Dengan tongsis kita bisa say goodbye pada kalimat, “Mas, Mbak, minta tolong fotoin kita dong!,” Bahkan saking nge-hits-nya barang yang satu ini sampai-sampai beberapa waktu lalu sempat beredar foto heboh Ibu Ani Yudhoyono udah pake Tongsis juga.
Lalu Apa Itu Sebenarnya Tongsis Dan Bagaimana Si Tongsis Ini Digunakan?
   Bagi orang yang suka traveling atau bikin video blogging pastinya udah gak aneh lagi dengan barang yang satu ini. Boleh dikata ini adalah “gadget” wajib buat mereka. Tongsis basic-nya adalah sebuah self-portraits monopod. Dengan self-portrait monopod para traveler atau video blogger bisa mengambil foto mereka sendiri tanpa harus repot-repot minta difotoin sama orang. Masuk akal juga karena para traveler seringkali jalan-jalan sendirian ke tempat-tempat yang jarang orang lain ada di sana.
                                    
   Berbeda dengan saudaranya yang lain, tripod, self-portraits monopod memang punya kelebihan lain. Selain angle kameranya yang bisa banyak variasi (top angle, low angle, frontal dan sebagainya) juga enak buat ambil video wajah kita sambil berjalan.
   Lalu kapan barang ini mulai muncul? Kalo dari bentuk desain screw-nya kayaknya self-portraits monopod lahir setelah banyak orang pakai kamera digital terutama kamera pocket. Meskipun ada juga orang yang pake monopod ini pake kamera DSLR karena screw buat masangin ke mounting hole kamera dengan ukuran standar seperti tripod pada umumnya.
   Karena display/monitor kamera digital pada umumnya hanya ada di belakang kamera, untuk membantu orang melihat layar monitor sampai ada yang bikin kaca spion khusus juga. Jadi, orang bisa melihat angle yang pas dan tidak membuang waktu trial and error buat ngambil framing yang pas.
                                         
   Zaman pun mulai berubah, ketika handphone sudah mulai ada kamera-nya. Ditambah dengan booming-nya sosial media seperti facebook, twitter, instagram hingga Path yang memungkinkan orang berbagi foto dan video. Dengan fasilitas kamera di handphone orang-orang bisa secara langsung meng-upload dan berbagi foto mereka ke aplikasi socmed tanpa harus transfer dulu gambar ke komputer/laptop seperti halnya kamera digital biasa (sekarang sih sudah ada juga kamera digital yang bisa langsung upload gambar ke dunia maya).
                                       
   Meski kameranya sudah canggih tapi ternyata masih ada kelemahannya. Yaitu, ketika kita mau foto narsis ramai-ramai pakai handphone, angle-nya gak bisa lebar dan leluasa karena tangan kita panjangnya terbatas. Mau tidak kita meminta bantuan sama orang lain di sekitar kita. Dan hasilnya tentunya kadang memuaskan kadang yaaa harus disyukuri apa adanya.
   Untungnya lahirlah benda bernama "TONGSIS", si tongkat narsis, dimana self-portraits monopod yang bisa dipasangin handphone karena sudah dilengkapi oleh sebuah device holder yang bisa ditempati handphone. Dunia narsis pun terasa semakin sempurna karena dengan tongsis kita gak harus meribetkan orang lain untuk meminta fotoin kita selain itu angle foto kita pun bisa dieksplorasi lebih banyak.

Lalu Gimana Cara Menggunakan Tongsis?
   Karena tongsis terdiri dari dua bagian yaitu tongkat dan device holder, pertama kali yang harus dilakukan adalah memasangkan device holder ke ujung tongkat. Holdernya ada yang ukuran buat iPhone (lebarnya 5-7cm) ada juga yang ukuran sebesar Galaxy Note (lebarnya 7-9cm). Mungkin ada juga holder yang bisa buat tablet sebesar iPad. Cara memasang device  holder sama seperti memasang kamera digital ke skrup tripod.

   Setelah device holder terpasang kuat, tempatkan handphone sampai tercengkram dengan baik oleh holder tersebut. Atur sudut holder sesuai dengan kebutuhan. Putar sekrup pinggir holder untuk mengendorkan dan mengunci leher tongkat.

Setelah handphone tercengkram secara sempurna, masuk ke aplikasi kamera handphone dan pilih front kamera (kalau yang ada front kameranya).
Setelah display muncul panjangkan batang tongsis sesuai kebutuhan, kemudian carilah angle yang sesuai.

Kalo angle sudah didapat, set timer di kamera handphone. Dan sehabis tombol shutter dipencet kembalikan handphone ke posisi di mana angle yang sebelumnya kita sudah dapatkan.

Atur pose tubuh… Pasang senyum, posisi alis, posisi bibir, sesuai template kamu dan… JEPRET!!! Foto narsis kamu pun jadi.
                            
   Nah, biar hasil foto narsis kamu kelihatan lebih kece dan natural salah satu tipsnya adalah jangan sampai tongkat narsis-nya masuk frame alias ikutan ke foto. Kecuali, kalau kamu memang kepingin nunjukin foto itu diambil pake tongsis.
   Untuk yang tidak mau ribet-ribet setting timer di kamera handphone kamu juga bisa menggunakan TOMSIS alias TOMBOL NARSIS atau disebut juga PENSIS alias PENCETAN NARSIS. PENSIS atau TOMSIS ini adalah remote shutter buat kamera. Dia punya jack ukuran 3.5 mm yang sama seperti jack headphone/earphone. Cara memakainya cukup dimasukkan ke lubang untuk headphone/earphone. Stelah itu, masuk ke aplikasi kamera dan tinggal menekan tombolnya saja kalau angle foto sudah sesuai. Sayangnya, PENSIS atau TOMSIS jenis seperti ini hanya bisa di iPhone. Saat dicoba di handphone Android, tidak semua handphone compatibel dengan PENSIS. tipsnya: Cobain dulu handphone-nya kompatibel apa nggak ama TOMSIS/PENSIS, jangan sampai sudah membeli ternyata tidak kompatibel.
                                                        
Lalu untuk yang tidak mau ribet keliwiran sama kabel, ada juga TONGSIS yang udah dilengkapi dengan bluetooth. Jadi tinggal set koneksi bluetooth di handphone dan Tongsis setelah itu hanya menekan tombol shutter yang ada di gagangnya. Model Bluetooth ini kalo handphone-nya Android, OS nya harus versi 3.0 ke atas.
                                                     
Cara menggunkan Tongsis bluetooth, pertama kali harus mengkoneksikan handphone dengan Tongsis. Aktifkan fitur bluetooth di handphone kemudian aktifkan juga bluetooth di Tongsis.
   

Setelah itu, klik “Search for Devices” di setting bluetooth handphone (jika bluetooth tongsis tidak terdeteksi secara otomatis) sampai bluetooth di Tongsis terdeteksi.
                                                           
   Setelah handphone dan Tongsis terkoneksi, masuk ke aplikasi kamera. Setelah angle yang diinginkan di dapat, klik tombol shutter yang ada di Tongsis dan jepreet.. jadi fotonya.
   Buat yang gadget freak ada juga yang lebih canggih nih, Wireless Remote Shutter. Seperti kunci mobil zaman sekarang. Buat jepretin kamera tanpa harus set timer di handphone, hanya menekan tombol dari jarak yang agak jauh. Biasanya kalau yang seperti ini suka dipakai sama orang yang masih memakai tripod.
            

Tentunya kalo pake PENSIS/TOMSIS dan TONGSIS yg ada Bluetooth-nya lebih mahal ketimbang Tongsis biasa karena harus merogoh kocek lebih. Asalkan bisa memaksimalkannya dengan baik, TONGSIS standar pun udah cukup kok buat nemenin acara foto-foto narsis kamu.

       

NEW PRODUCT: TONGSIS ORIGINAL PRO

   Di awal taun 2014, vendor Tongsis Original mengeluarkan produk barunya. Namanya Tongsis Original Pro.

   Tongsis Original Pro ini sudah dilengkapi bluetooh sehingga tidak perlu set timer di aplikasi kamera handphone, tinggal koneksikan handphone dan Tongsis melalui bluetooth dan klik tombol di batang tongsis untuk mengambil foto.

   Satu set TONGSIS ORIGINAL PRO terdiri dari 2 buah holder device. 1 holder device bisa buat handphone dengan lebar 5-7 cm (untuk handphone sebesar iPhone) dan 1 holder device buat handphone dengan lebar 7-9 cm (buat handphone sebesar Galaxy Note, S4). Selain itu sudah dilengkapi kabel charger buat nge-charge bluetooth-nya.

   Tongsis Original Pro ada dua jenis, Tongsis Orginal Pro for iPhone dan Tongsis Original Pro for Android.

PERHATIAN!!!! TROUBLESHOOTING TONGSIS PRO FOR ANDROID PHONES
   Untuk beberapa handphone Android setelah bluetooth Tongsis Pro terkoneksi dengan handphone, tetapi ketika memasuki aplikasi kamera bawaan, ketika tombol shutter di Tongis Pro ditekan bukannya klik shutter kamera tetapi menjadi fungsi lain. Pada beberapa kasus Tongsis Pro ketika di klik tombolnya ternyata menjadi tombol menaikkan volume atau zoom in-out fokus kamera.

   Jika ini terjadi salah satu solusinya adalah menginstall aplikasi bernama: kjstar365.

   Setelah aplikasi di-download di handphone kamu, install seperti meng-install aplikasi biasanya. CATATAN: Karena ini bukan di-download dari Google Play maka kamu harus meng-install aplikasi kjstar365 secara manual.

   Setelah aplikasi kjstar365 berhasil di-install, aktifkan bluetooth di handphone baru setelah itu aktifkan bluetooth di Tongsis Pro. Masuk ke bluetooth setting di handphone dan klik kjstar untuk mengkoneksikan bluetooth di handphone dan Tongsis Pro. Bila KJSTAR tidak terdetek, klik search device, sampai kjstar terkonek.

   Nah, kalo bluetooth handphone dan Tongsis Pro berhasil terkoneksi, baru masuk ke aplikasi kjstar365. Tampilam homescreen-nya seperti in.

   Untuk masuk ke kamera klik ICON CAMERA di atas gambar tangan yang pegang tongsis, nanti akan masuk ke aplikasi kamera kjstar365 dengan tampilan seperti ini:
                                               
Kalau sudah masuk, klik aja tombol di Tongsis Pro buat foto. Jadi deh foto narsisnya…

Sumber : http://arespendil.com/?p=193

Senin, 10 Februari 2014




   Sekarang sudah bisa membaca e-mail dari kacamata, keren kan. Kenapa bisa ayo? Karena perkembangan komputer kian canggih dan produsen pun berlomba-lomba membuat piranti yang makin kecil serta portabel. Ide komputer berlayar pun kian usang.

   Piranti yang diminati konsumen makin mengecil, mulai dari layar komputer, turun ke laptop, hingga kini tablet via telepon genggam.

   Tapi, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam teknologi visual canggih, Lumus, memberikan alternatif lebih portabel lagi dengan produk PD-18-2. Alat berbentuk kacamata ini memungkinkan pengguna melihat gambar berkualitas tinggi sambil berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari.

   Perusahaan asal Israel ini memiliki spesialisasi dalam penggunakan teknologi Light-guide Optical Element (LOE) yang digunakan dalam kacamata. Orang awam akan mengira ini hanya kacamata hitam biasa. Tapi, pengguna dapat melihat gambar berkualitas tinggi dan multiwarna.

   Produk serupa sudah beredar di pasaran untuk kepentingan profesional dan militer. Tapi, PD-18-2 diklaim lebih unggul di mana pengguna tetap bisa melihat sekitar dan pandangannya tidak tertutup blok gambar.

   Cara kerjanya, alat ini mengumpulkan komponen-komponen gambar dari layar mikro kemudian memproyeksikannya ke mata dan menciptakan citra visual besar dengan resolusi SVGA.
  Tampilan layar kacamata canggih PD-18-2
   "Setelah sukses dengan generasi pertama, PD-18-1 dalam pertempuran udara, tentara, dan aplikasi perakitan, kami senang merilis generasi berikutnya PD-18-2 yang membawa kami ke level lebih tinggi," kata Eli Glikman, perwakilan perusahaan, seperti dikutip dari laman harin Daily Mail.

   Dia menambahkan produk tersebut sudah dilengkapi dengan kecerahan yang lebih tinggi, tingkat kontras, dan gambar yang lebih tajam, serta meningkatkan efisiensi optik. Lumus memasarkan kacamata canggih ini ke perusahaan penerbangan, militer, medis, dan pasar maintenance.
Undang Kritik
Tapi, sambutan konsumen tidak selalu positif. Alat ini dinilai berguna bagi sistem GPS portabel. Salah satu komentator di sebuah blog teknologi, Erin Atlman menulis,"Ide buruk! Sama seperti perangkat hands-free ponsel, alat ini akan membuat pengguna tidak awas. Mereka berpikir tetap bisa melihat sekitar, padahal mereka akan terlalu fokus pada layar."

Komentator lain menulis," Sudah cukup buruk dengan orang-orang mengetik SMS pada ponsel. Contoh kelemahan teknologi."

Sumber : http://teknologi.vivanews.com